Entri Populer

Kamis, 13 Januari 2011

" Jangan Meremehkan..... "

" Jangan Meremehkan..... "  ( Renungan ),

by : " Yanti SPd " , 13/01/2011....





 Di suatu senja yang tenang dan nyaman,
tampaklah seekor monyet sedang bergelayutan
dengan riangnya di sebatang pohon...

 Dari kejauhan sekawananan angin
sedang memandangi tingkah monyet itu....
Angin-angin tersebut iri melihat monyet itu bisa
dengan sesukanya berpindah dari satu dahan
ke dahan lainnya....
Timbullah pikiran jahat dan ide para angin itu,
untuk mencelakai sang monyet,,,,,

 Sang angin ribut berkata, " Hai teman-teman,
aku pasti bisa membuat monyet itu jatuh
dari pohon itu dengan sekali tiupan... "
Angin-angin yang lain tak percaya, dan berkata,
" coba, kami mau lihat.... ! " kata mereka.

 Maka dengan sekuat tenaga angin ribut bertiup
ke arah monyet yang sedang asyik bergantungan....
Menyadari adanya ancaman, sang monyet
langsung berpegagangan erat pada sebuah dahan,
sampai angin ribut berhenti, sang monyet akhirnya
tak jatuh, karena eratnya dia berpegangan,,,,

 Melihat angin ribut gagal, angin badai pun angkat bicara,
" ah dasar kamu angin ribut, cuma bisa gede omong aja,
liat neh aku pasti bisa menjatuhkan monyet jelek itu.... ! "
Maka angin badai pun memulai aksinya dengan tiupan
dahsyatnya ke arah sang monyet....

 Sama seperti tadi, sang monyet langsung bertindak
untuk melindungi dirinya, dia memeluk pohon itu
sekuatnya, yang membuat dia juga tidak jatuh....

 Angin badai pun kembali ke tempat teman-temannya
dengan muka bersemu merah menahan malu,,,,,

 Sekarang giliran angin topan yang unjuk kebolehan
untuk menjatuhkan monyet yang dari tadi masih kuat
bertahan di pohonnya.....
Singkat cerita, bertiuplah angin topan dengan kencang
sekali ke arah monyet,,,

 Sang monyet nampaknya sudah semakin terlatih,
dengan siap siaga dia masih bisa bertahan
untuk tidak jatuh dari pohon tersebut.....

 Dengan perasaan kesal dan marah, angin topan
juga kembali ke teman-temannya dengan membawa
kegagalan,,,,,
Melihat ketiga temannya pulang dengan tangan hampa,
sang angin punting beliung pun nampak begitu marah
dan kesal terhadap monyet jelek itu, dia berkata
dengan nada tinggi sambil berkecak pinggang,,,

 " Hai teman-temanku semua,,,, aku benar-benar
malu, dan tak terima kalau kita sebagai angin yang kuat
dan punya potensi memporakporandakan semuanya,
tak bisa menjatuhkan seekor monyet kecil yang jelek
seperti itu, mau ditaruh dimana muka kita,
pamor kita bisa luntur neh, apa kata dunia..... ? "

 " Sekarang aku berani taruhan, kalau monyet itu akan jatuh
tersungkur hanya dengan satu kali tiupan dariku...... "
Maka dengan sombongnya angin punting beliung pun
melakukakn hal yang sama dengan teman-teman nya
yang terdahulu,,,,,,

 Menyadari datangnya bahaya yang lebih dahsyat lagi,
sang monyetpun lebih mempererat dekapannya pada dahan,
dengan melingkarkan keempat kakinya dengan kuat sekali,
sampai angin berhenti bertiup, monyet juga tak sempat jatuh....

 Angin punting beliung pun marah dan menundukkan kepalanya
karena malu dengan ucapan nya sendiri,,,,,,
Sesampai di tempat teman-temannya, mereka menyambut
dan menyabarkan angin punting beliung yang sedang gusar,,,,,

 Dalam suasana yang tak menentu itu, tiba-tiba angin sepoi-sepoi
berkata, " hai teman-temanku, bagaimana kalau sekarang aku
yang mencoba menjatuhkan sang monyet itu...... ?
Spontan saja semua angin yang kuat & perkasa itu tertawa
terpingkal-pingkal, merasa geli mendengar ucapan angin
sepoi-sepoi, mereka mengejek angin yang lemah lembut
dan tenang tersebut,
" apa katamu angin lemah....... ?,,, 
kami saja yang kuat dan diakui dunia bisa menghancurkan
apa saja, tak bisa mengalahkan monyet kecil itu,
apalagi kamu yang gak punya kemampuan apa",
hehehehe,,,,,,,, " ledek mereka.

 Tapi angin sepoi-sepoi tak menggubris ledekan teman"nya,
dengan santai dan tenangnya dia mulai beraksi,,,,,,
Angin sepoi-sepoi mulai bertiup semilir, dengan lembutnya
dia membelai sang monyet,,,,
Merasakan angin yang bertiup lembut dan sejuk itu,
mata sang monyet mulai mengantuk, perlahan-lahan
dia menikmati hembusan angin sepoi-sepoi itu,
sampai matanya tak tahan lagi menahan kantuk,
Dengan merebahkan diri di atas sebuah dahan
dia mulai menyambut mimpi indahnya di alam tidur,,,,,

Si monyet tertidur, dan......  gedebuk,,,,,,,,,
sang monyet jatuh dan terhempas ke tanah....
Dia baru sadar setelah tau punggungnya merasa sakit....

 Melihat sasarannya jatuh, spontan semua angin itu bersorak,
Angin-angin yang kuat mengelu-elukan si angin sepoi-sepoi,
mereka mengakui kehebatan angin sepoi-sepoi dan mengakui
keangkuhannya masing-masing,,,,,, " Hidup angin sepoi-sepoi,
kau pahlawan kita, bravo......... ! " teriak mereka.

 Begitulah sanjungan kegembiraan angin-angin kuat itu
terhadap angin sepoi-sepoi, yang semula dianggapnya lemah
dan tak berdaya tersebut,,,,,,,,
Angin sepoi-sepoi pun tersenyum penuh kebangaan,
walau tak sedikitpun tersirat kesombongan di raut wajahnya....

 Hhhhhhhhhm,,,,,,,, gimana teman-taman......?

 Goresan ku kali ini memang hanya sebuah cerita ringan,
yang lebih mirip sebuah dongeng pengantar tidur anak,
namun kalau kita bisa merenungkan, ada makna dan
pelajaran yang dapat kita petik, yang pastinya sangat
berguna bagi kita semua,,,,,,

 *) " Janganlah kita sombong dan membanggakan diri dengan
kelebihan kita, karena bisa jadi suatu saat orang yang kita
anggap lemah dan tak berdaya bisa mengalahkan kita....... "
( spt yang dialami angin ribut, angin badai, angin topan,
dan angin punting beliung, yang dikalahkan angin sepoi-sepoi.... )

*) " Jangan kita terlena dengan kesenangan sesaat,
karena bisa jadi hal itu akan membuat kita celaka..... "
( spt yang dialami monyet , karena angin sepoi-sepoi.... )

 Semoga tulisan ringan dan sederhana ini dapat menjadi
sebuah renungan, dan bermanfaat bagi kita semua,,,,,,,,
Amiiiiiiiiiiiiiin.......... !


Bengkulu, 13 Januari 2011.....
" Catatan " ku, diposting di " Wall FB ku "

1 komentar:

Yanti_SPd mengatakan...

Mksh sob tu' komen nya....
ditunggu koment berikutnya..... :)